Kreatif juga mahasiswa Teknik Mesin Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini. Mereka mendesain motor jetmatic merek Vario dengan atap di atasnya. Sekilas tampak seperti bajaj. Mungkin maksud penambahan atap supaya pengendara motor terhindar dari sengatan panas matahari. Tapi nggak janji kalau aman dari terpaan hujan. Jika hujan rintik-rintik sih bisa terlindung, bagaimana kalau hujan deras dan [...]
Archive for November, 2008
Ada-ada saja tulisan di belakang kaos ini. Bikin senyum orang-orang yang membaca di belakangnya. Biker ini mungkin menjadi “buronan mertua”, silakan lihat di “www.menantubejat.com”. Dipotret di antara kemacetan jalan Supratman Bandung kala sore hari.
Pengumuman 8 tim yang masuk pada babak final kompetisi innovasi bioteknologi untuk mahasiswa SITH ITB telah saya sampaikan di http://taufikurahmanitb.wordpress.com pada halaman News. Selamat kepada mereka yang telah berhasil, dan selamat mempersiapkan diri untuk presentasi tanggal 6 desember di depan tim juri. Kepada yang belum berhasil jangan berputus asa, silakan terus menajamkan kemampuan berinnovasi pada [...]
Selasa subuh di airpot Bandung waktu mau pergi ke Waingapu, pak Joko bilang: ini perjalanan penyembuhan. Tadi malam, setelah tiga hari, kami sepakat: ya betul, ini perjalanan penyembuhan.
Mungkin nggak pada tahu. Pak Joko dan saya itu sebenarnya sedang sakit. Sepulang dari MetroTV itu saya terkena diare berat. Terpaksa Minggu pagi [...]
Selain four wheel drive, kendaraan yang layak di desa ini adalah motorcross. Begitu pak Joko dan saya lihat Suzuki ini langsung ingat masa kecil dulu. Kepengen punya tidak tidak punya uang.
Pagi-pagi kami sudah bangun dan diskusi persiapan. Di teras posko/wisma kami ngobrol. Wisma ini dibangun oleh WVI untuk tamu yang berkunjung. Jadi ini gedung terbagus [...]
Salah satu cara menikmati alam Sumba Timur adalah dengan berkendaraan. Perjalanan dari Waingapu, ibukota Sumba Timur, ke desa kami itu lebih dari 50 km. Dan beberapa bagian jalan cukup licin, sehingga diperlukan mobil four wheel drive.
Dari airport di Waingapu, kami berangkat ke desa tujuan. Kami menggunakan mobil four wheel drive untuk segala medan (Gambar 1). [...]
KOMPAS, Jumat 28 November 2008
FRANS SARTONO
”Curhat /choor-hat/ singkatan dari curahan hati.” Begitu Tita Larasati memberi catatan pada kata pengantar karyanya, Curhat Tita. Ini adalah catatan harian grafis yang berbentuk serupa komik . Curhat, dan catatan kehidupan dalam bentuk sketsa itu menjadi komik alternatif yang mengajak pembaca untuk melihat dunia nyata secara lebih dekat.
Tita Larasati (36) adalah ibu dengan dua anak bernama Dhanu (7) dan Lindri (5). Setiap pagi, doktor lulusan Universitas Teknologi Delft, Belanda, 2007, itu mengantar anak-anaknya ke sekolah menggunakan angkot, alias angkutan kota. Setelah itu, ia mengayuh sepeda ke tempatnya mengajar di Jurusan Desain Produk Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dari rumahnya di kawasan Kanayakan, Dago, Bandung, Jawa Barat, Tita mula-mula harus menuntun sepeda karena jalan di kampung menanjak tajam. Selepas itu, ia tak perlu mengayuh karena jalan menurun terus menuju Kampus ITB di Taman Sari. Tita akan melesat di tengah ja…
Apa yang diperlukan untuk belajar mengajar? Minimal guru dan murid. Dan mungkin papan tulis dan lemari untuk peralatan. Itulah yang ada di sebuah desa di Sumba Timur. Pantang menyerah.
Guru dan murid. Itulah modal utama. Tidak peduli bagaimana situasinya, kalau dua ini sudah sepakat belajar bersama, terjadilah proses belajar. Anak-anak ini diantar ibu mereka ke sekolah [...]
Orang Sumba campuran Melayu dan Melanesia. Lucu-lucu dengan mata yang bagus dan bulat. Senang bertemu mereka.
Seautu komunitas biasanya cuma terdiri dari beberapa rumah. Bahkan ada yang hanya tiga rumah. Setiap rumah bisa dihuni lebih dari tiga keluarga.
Kami juga berkunjung ke sekolah. Komunitas membentuk taman kanak-kanak untuk anak seusia pra-SD. Dan mereka diajar oleh voluntir, pemudi [...]
Salah satu kesulitan di Sumba Timur adalah air bersih. Baik air minum maupun air untuk pertanian. Jadi kami harus mencari solusi pengadaan air. Tentu dimulai dengan mencari sumber air: mata air, sumur, sungai.
Ritual penduduk tiap hari adalah berangkat ke sumber air, ber kilometer, untuk mengisi jerigen persediaan air minum sehari. Maka kamipun pagi-pagi sudah bangun [...]
